Perbedaan Pencatatan Akuntansi Akrual Basis dan Kas Basis


Perbedaan Pencatatan Akuntansi Akrual Basis dan Kas Basis
Laporan keuangan merupakan bagaian yang sangat penting bagi perusahaan, karena dengan laporan keuangan seorang pemimpin perusahaan dapat menentukan kebijakan untuk keberlangsungan perusahaan. Tidak hanya bagi pemimpin perusahaan, laporan keuangan juga berguna untuk pihak ekstern dan intern perusahaan. Oleh karena itu, laporan keuangan haruslah menunjukkan keadaan perusahaan yang sebenarnya agar dapat disebut sebagai laporan keuangan yang baik. Laporan keuangan yang baik didukung oleh pencatatan atau jurnal umum yang baik pula. Setiap pencatatan harus dicatat ke dalam jurnal umum. Dalam metode pencatatan akuntansi dikenal dua metode pencatatan, yaitu metode pencatatan akrual basis dan pencatatan kas basis. Pencatatan akrual basis dan pencatatan kas basis tentunya memiliki perbedaan dan masing-masing metode pencatatan ini memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Perbedaan kedua pencatatan ini akan kita bahas dalam tulisan ini.


a. Akrual Basis
Pencatatan dengan metode akrual basis dilakukan ketika transaksi terjadi, karena transaksi telah memiliki pengaruh terhadap kas masuk dan keluar walaupun transaksi tersebut belum belum benar-benar menerima atau mengeluarkan kas pada saat transaksi terjadi. 

Kelebihan dari pencatatan dengan menggunakan metode ini adalah:
Informasi lebih akurat karena pencatatan transaksi dilakukan setiap transaksi terjadi
Dengan menggunakan metode ini, maka akan terlihat aset, kewajiban dan modal dalam perusahaan
Pendapatan perusahaan bertambah karena pendapatan sudah dapat diakui ketika terjadi transaksi

Kelemahan dari pencatatan dengan menggunakan metode ini adalah:
Pengakuan biaya pada saat terjadinya transaksi sehingga mengurangi pendapatan pada saat itu juga.
Dilakukan pembentukan cadangan kas untuk piutang yang tidak tertagih, sehingga menambah estimasi biaya dan akan mengurangi pendapatan perusahaan.

Contoh pencatatan akrual basis sebagai berikut:
Pada tanggal 15 Mei 2016 PT Yon membeli peralatan seharga Rp 5.000.000 secara kredit dan PT Yon melakukan pelunasan pada tanggal 02 Juni 2016.
Pencatatannya:
Untuk tanggal 15 Mei
Peralatan Rp 5.000.000
          Kas  Rp 5.000.000

Untuk tanggal 02 Juni
Peraalatan Rp 5.000.000
  Kas    Rp 5.000.000

b. Kas Basis
Pencatatan dengan metode kas basis dilakukan ketika kas benar-benar diterima atau ketika kas dikeluarkan. Kas basis akan mencatat transaksi ketika kas diterima misalnya pelanggan yang melakukan pembelian barang atau jasa secara kredit, sehingga pada saat terjadi transaksi belum dilakukan pencatatan dan pencatatan dilakukan ketika pelanggan telah melakukan pembayaran. Demikian halnya dengan biaya, pada pencatatan akrual basis, baiya akan dicatat ketika biaya tersebut telah dibayarkan. 

Kelebihan dengan menggunakan metode kas basis yaitu:
Biaya diakui ketika biaya tersebut sudah dibayarkan, sehingga akan mengurangi perhitungan pendapatan
Pengakuan terhadap pendapatan dilakukan ketika pendapatan tersebut sudah benar-benar diterima, sehingga menunjukkan posisi yang sebenarnya
Karena pendapatan tidak langsung diakui ketika transaksi terjadi, maka tidak ada muncul perkiraan cadangan piutang tidak tertagih sehingga tidak mengurangi pendapatan.

Kelemahan dengan menggunakan metode kas basis yaitu:
Penghapusan piutang secara langsung dan tidak ada perkiraan piutang tidak tertagih
Setiap pengeluaran kas dianggap sebagai beban
Transaksi sulit dilakukan ketika transaksi adalah transaksi yang pembayarannya dilakukan di waktu yang berikutnya.

Contoh pencatatan dengan menggunakan metode kas basis yaitu sebagai berikut:
Pada tanggal 15 Mei 2016 PT Yon membeli peralatan seharga Rp 5.000.000 secara kredit dan dilakukan pelunasan pada tanggal 02 Juni 2016.

Pencatatannya hanya dilakukan pada tanggal 02 Juni yaitu sebagai berikut:
Peralatan Rp 5.000.000
         Kas         Rp 5.000.000

Dengan pencatatan menggunakan kas basis ini, sehingga tidak menunjukkan keadaan yang sebenarnya transaksi tersebut. Pencatatan dengan basis kas ini juga biasanya dilakukan untuk usaha dalam skala kecil.

Demikianlah uraian mengenai perbedaan pencatatan akuntansi akrual basis dan kas basis, semoga tulisan ini bermanfaat dan terimakasih sudah membaca tulisan ini ya.

Post a Comment